MELINTASI areal perkebunan. Ladang-ladang. Perkampungan. Sawah-sawah. Melewati pertambangan. Berdebu tebal. Berlumpur liat. Jalan berbatu-bergeronjal: kadang naik, kadang turun. Sesekali lurus, seringkali berkelok-kelok bagai ular. Berpapasan dengan truk-truk pengangkut kayu tebangan. Berjumpa kendaraan-kendaraan tambang. Di kanan hutan, di kiri padang rumput. Juga, barisan rumah-rumah panggung.
BUSANG: pernahkah Anda mendengar kata ini? Ya, Busang merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Luasnya 3.722,16 km². Dari Samarinda, perjalanan butuh waktu selama kurang-lebih 14 [empat belas] jam. Dimulai dengan jalur darat, terus naik ketinting [perahu bermesin] menyusuri sungai Atan.
Kita lihat nanti: bangau-bangau putih berjemur di atas pohon maupun bebatuan pinggir kali. Bangau hitam menanti mangsa. Sesekali, ular menggantung pada dahan mengejutkan orang-orang di atas ketinting.
EKSPEDISI BUSANG akan mengajak Anda mengunjungi salah satu desa di Busang, yaitu Desa Mekar Baru. Di wilayah desa inilah skandal manipulasi data emas oleh Bre-X bermula. Mekar Baru merupakan desa paling ujung di sepanjang sungai Atan.
Kita tidak menginap di hotel. Kita menumpang di rumah penduduk. Tidur beralas tikar, bukan kasur pegas nan empuk. Tak ada listrik PLN. Tak ada sinyal telepon genggam. Tak ada keramahan yang dibuat-buat, tak ada senyum palsu.
Kita akan ikut meladang. Kita akan ikut berburu babi hutan. Kita bisa memancing atau membantu penduduk menjaring ikan di pinggir kali. Kita akan mandi di kali. Kalau mau, kita bisa belajar bahasa Dayak Kenyah dari penduduk desa.
Kita akan mendaki Bukit Busang. Kita pun nanti akan melihat puing-puing bekas kantor perusahaan pertambangan emas Bre-X. Kita saksikan para penambang kecil bekerja untuk memperoleh gram demi gram emas. Kita bakal lihat semuanya…
YA, inilah cara kita bersenang-senang. Yang Anda “beli” adalah suasananya. Kadang sarat keterbatasan, dan kekurangnyamanan. Tapi itulah pengalaman. Sejenak pergi jauh dari hiruk-pikuk dan kebisingan kota. Melihat dan menemukan banyak hal yang tak ada di kota. Yang tak tampak oleh pandangan sehari-hari.
Tapi, harap maklum saja kalau Anda mesti punya cukup duit untuk itu semua. Misalnya Anda berasal dari luar Kalimantan Timur, katakanlah Anda naik pesawat dan turun di Balikpapan, maka kemudian kira-kira inilah anggaran yang mesti Anda siapkan:
- Sewa mobil pulang-pergi [return trip] Samarinda-Long Pejeng [sekitar Rp. 2.000.000,00]
- Sewa ketinting atau perahu mesin pulang-pergi [return trip] Long Pejeng-Mekar Baru [sekitar Rp. 700.000,00]
- Kontribusi untuk penduduk yang rumahnya kita pakai sebagai tempat tinggal [satu malam sekitar Rp. 150.000,00]
MAHAL? Memang. Dan itulah hidup. Kadang, uang memang mesti menguap bagai kentut ketimbang kita mesti masuk rumah sakit karena kentut yang tak mau keluar dan menumpuk di dalam lambung tubuh…
Berminat? Kontak saja: ekspedisi.busang@gmail.com
CAUTION!
No property insurance. No damages insurance. No life insurance. But, you will soon know what “solidarity” means.
9 Comments
May 12, 2007 at 5:43 am
kalo buat penduduk balikpapan, ada diskon ga? :p
May 12, 2007 at 5:52 am
sebenarnya, iklan ini agak rasis dikit, sih… [hehe]
kalau buat orang balikpapan, tapi berkewarganegaraan USA, Perancis atau Australia, dan bekerja di UNOCAL, TOTAL, dll., jelas nggak ada diskon! mereka malah semestinya ngasih kami tips tambahan! meski servis kami diperkirakan bakal acak-acakan, tapi soal tips tak boleh ikut acak-acakan! uang tips mesti tertib dan tartil.
tapi, kalau untuk orang Kaltim Post, mau nggak mau, saya musti kasih diskon gede-gedean. soalnya, ini nanti tentu berkaitan dengan nama baik perusahaan partikelir tak berijin “PT. Ekspedisi Busang Abadi Sejahtera Marabahaya”.
salam,
presiden direktur.
June 14, 2007 at 3:02 pm
ke busang lagi? mau dunk ikut…tapi diskon ya.ntar tak carikan pinjeman kamera n tas ransel aku msih aman aja kan…?
June 22, 2007 at 6:17 am
kali ini serius… kalo memang ada trip ke busang lagi, sudilah berbagi kabar ke windede@windede.com, siapa tau waktunya cocok untuk nunut.
June 26, 2007 at 1:46 am
Maaf ini Bang Syahruddin yang bekerja di Pencucian Mobil di Jalan Antasari Samarinda???Saya Freddy yang dulu mama saya ditolong sama Bang Syahruddin waktu di Balikpapan sekitar 2 bln yg lalu. Bang Syahruddin masih ingat saya? Masih ingat juga sama Mama dan Papa saya? Saya sudah 4 hari berada di Samarinda (sampai hari ini) mencari Bang Syahruddin. Saya sudah ke Pencucian Mobil di Jalan Antasari (alamat yang Abang beri dulu itu) tapi pemilik Pencucian Mobil (bosnya Abang) bilang bahwa Bang Syahruddin sudah lebih dari satu bulan tidak bekerja mencuci mobil.Dia bilangmungkin Bang Syahruddin ke pedalaman/ke hulu untuk bekerja di sana. Tapi hulu yang mana?pedalaman yg dimana?
Saya ingin menyampaikan “titipan” sebagai tanda terima kasih dari Mama dan Papa saya karena Abang telah menyelamatkan Mama saya dan langsung membawa beliau ke RSU Pertamina Balikpapan.Kami waktu itu tidak sempat mengganti semua biaya yang dikeluarkan oleh Bang Syahruddin waktu bawa Mama saya ke RSU Pertamina. Kami sekeluarga sangat berhutang budi kepada Bang Syahruddin. Kalau Abang baca pesan ini,Abang jg buka email Abang karena sudah berkali2 sy mengirim email kepada Bang Syahrudiin.Atau Abang masih menyimpan kartu nama Papa saya kan???Saya mau tidak mau harus menemui Abang untuk menyampaikan titipan dari Mama dan Papa saya,Bang.Bang Syahruddin,semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu melindungi Abang, isteri Abang dan keluarga Abang. Ketika lebih dari satu bulan kami mencari-cari Abang,kami seperti kehilangan satu anggota keluarga kami.Bang Syahruddin,tolong segera hubungi kami ketika Abang baca psn ini ya, Bang…….Tuhan memberkati.
July 16, 2007 at 5:12 am
kamu dimana sekarang, Rud? sudah sukses atau lari atau nipu lagi? kita mancing aja lagi, kemana kek gitu…
August 18, 2007 at 3:39 pm
Wah … asyik juga tu ke Busang
January 13, 2008 at 7:52 am
asslm,bang sahrudin
Thanks atas laporan ekspedisinya. Saya teringat beberapa tahun yang lalu (tahun 1997-1998) saya bertugas di Puskesmas Kecamatan muara ancalong (waktu itu masih Kab.Kutai). Busang (mekar baru) masuk daerah cakupan Puskesmas saya. Memang benar apa yang dikatakan bang sahrudin…asyik banget pergi kesana. Kita masih bisa melihat sisa sisa kejayaan Bre-x pada waktu itu. Tiang-tiang instalasi listrik masih terlihat. dan hampir semua dihalaman rumah penduduk ditanami pohon jeruk bali… Asyik…dah.. ! Transportasi memang mahal deh. Waktu itu (thn 98) saya pernah carter mobil dari Muara bengkal ke samarinda sewanya Rp.1.Juta. Itupun naik hardtop. Oke tahun 98 pertengahan saya pindah tugas ke long apari. Saat ini… saya masih di jogja pendidikan lagi. Oke. Bang…sering-sering deh nulis tentang ekspedisi di pedalaman…nggak kalah kok…serunya seperti ekspedisi di tempat lain…Thanks berat. Wassalam.
June 13, 2008 at 9:45 am
mas, piye kabare? suwe ra tau kontak iki. moga baik baik saja dan tambah segalanya
Comments are closed.